Skip to content

Catatan Sistem Hormon

December 12, 2008

Sistem Hormon

Hormon adalah zat kimia berupa protein yang ada di dalam tubuh manusia.

Hormon dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin adalah kelenjar dalam tubuh manusia yang tidak memiliki saluran untuk mengeluarkan cairan yang dihasilkannya. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin diedarkan melalui darah.

Hormon berfungsi memacu kerja sel hingga berfungsi maksimum.

Kelenjar-kelenjar yang menghasilkan hormon antara lain:

–        Kelenjar Hipofisis

–        Kelenjar Tiroid

–        Kelenjar Paratiroid

–        Kelenjar Timus

–        Kelenjar Adrenalin

–        Kelenjar Pankreas

–        Kelenjar Gonad, ada 2 jenis, yaitu testis (untuk laki-laki) dan ovarium (untuk perempuan).

Kelenjar Hipofisis

Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar yang paling utama dalam sistem hormon, karena kelenjar ini mengeluarkan hormon yang dapat mempengaruhi kerja kelenjar lain.

Kelenjar ini terletak di bawah organ hipotalamus. Kelenjar ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

– Hipofisis Anterior, menghasilkan HGH, ACTH, TSH, LTH, Gonadotropin (LH dan FSH).

– Hipofisis Posterior, menghasilkan ADH, oksitosin, vasopresin.

– Hipofisis Intermedia, menghasilkan melanotropin dan intermedin.

HGH (Human Growth Hormone) adalah hormon yang merangsang pertumbuhan manusia.

ACTH (adrenocortitropic hormone) adalah hormon yang merangsang/memacu kerja kelenjar adrenal.

TSH (tiroid stimulating hormone) adalah hormon yang merangsang kerja kelenjar tiroid.

LTH (Lutteo Tropic Hormone) adalah hormon yang merangsang pengeluaran air susu dari kelenjar susu. Disebut juga prolaktin.

FSH (Follicle Stimulating Hormone) adalah hormon yang memicu terjadinya proses spermatogenesis dan oogenesis.

LH (Lutenizing Hormone) adalah hormon yang membantu pematangan sel ovum atau sel sperma.

ADH (Antidiuretic Hormone) adalah hormon yang merangsang reabsorpsi pada ginjal, sehingga mengurangi kadar air yang dikeluarkan.

Oksitosin adalah hormon yang merangsang kontraksi uterus.

Vasopresin adalah hormon yang merangsang penyempitan pembuluh darah (vasodilatasi) sehingga mempengaruhi tekanan darah. Vasopresin bekerja lebih lama dibandingkan adrenalin.

Melanotropin dan Intermedin adalah hormon yang merangsang produksi pigmen melanin di kulit.

Hipofisis intermedia lama-kelamaan akan menyusut dan menyatu dengan hipofisis anterior.

Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid terletak di leher dan berjumlah 2 buah. Menghasilkan:

– Tiroksin, hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dengan cara merangsang metabolisme.

– Triiodotironin, yaitu hormon yang mempengaruhi:

–        proses oksidasi (pembakaran)

–        pertumbuhan dan perkembangan tubuh

–        kematangan seks

–        distribusi air dan garam dalam tubuh

–        mengubah glikogen menjadi glukosa

– Kalsitonin, yaitu hormon yang merangsang penimbunan kalsium dalam tulang.

Jika kekurangan atau kelebihan  hormon tiroksin pada …. maka akan terjadi…..:

– Anak-anak:

–        Kekurangan: kretinisme (pertumbuhan terhambat)

–        Kelebihan: morbus Basedow (metabolisme berlangsung cepat)

– Dewasa:

–        Kekurangan: miksoedema (metabolisme berlangsung lambat)

–        Kelebihan: gigantisme (pertumbuhan berlebihan)

Jika terjadi kesalahan dalam proses produksi tiroksin dan TSH, maka akan terjadi penyakit gondok.

Kelenjar Paratiroid

Kelenjar paratiroid adalah kelenjar yang terletak di dekat kelenjar tiroid. Untuk setiap kelenjar tiroid, ada 2 kelenjar paratiroid. Maka, secara keseluruhan ada 4 kelenjar paratiroid.

Kelenjar paratiroid menghasilkan parathormon. Parathormon merupakan hormon yang mengatur peredaran kalsium dan fosfor dalam darah. caranya, parathormon melepaskan kalsium dan fosfor dalam darah, terus dilepaskan ke darah.

Parathormon berperan besar dalam:

–        pembentukan gigi dan tulang

–        mekanisme otot

–        pembekuan darah

Jika terjadi kekurangan parathormon yang disebabkan oleh bakteri Clostridum tetani , maka akan terkena penyakit tetanus.

Kelenjar Timus

Kelenjar timus adalah kelenjar yang terletak di rongga dada dan berbetuk seperti kacang.

Kelenjar ini hanya berfungsi hingga umur 17/20 tahun untuk wanita, dan 22 tahun untuk pria.

kelenjar ini menghasilkan STH (somatotrof hormone) yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan. Jika terjadi hipersekresi/kelebihan produksi maka orang itu akan menderita akromegali, yaitu penebalan pada kulit wajah/jari.

Kelenjar Adrenal

Kelenjar adrenal merupakan kelenjar yang berada di atas ginjal, masing-masing ginjal memiliki satu buah. Karena berada di atas ginjal, maka disebut juga kelenjar suprarenalis atau anak ginjal.

Kelenjar adrenal dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :

–        Korteks, yang menghasilkan kortikoid (disebut juga kortison), glukokortikoid, androgen, estradiol, dan aldosteron.

–        Medulla, yang menghasilkan hormon adrenalin (disebut juga epinefrine).

Kortikoid/kortison adalah hormon yang menyerap natrium dalam darah, sehingga mempengaruhi tekanan darah.

Glukokortikoid adalah hormon yang membantu meningkatkan kadar gula dalam darah, dengan cara mengubah glikogen menjadi glukosa.

Androgen adalah hormon yang memicu munculnya ciri-ciri sekunder pris. Pada perempuan hormon ini dihasilkan sangat sedikit.

Estradiol adalah hormon yang memicu munculnya iri-ciri sekunder wanita. Pada pria hormon ini dihasilkan sangat sedikit.

Aldosteron adalah hormon yang mengatur kadar natrium dalam darah (seperti kortikoid) dan air, dengan cara memicu proses reabsorpsi.

Adrenalin adalah hormon yang mampu merangsang pelebaran daerah bronkus dan bronkiolus (jadi bronkus sama bronkiolusnya dilebarkan….), meningkatkan denyut jantung, melemaskan otot polos yang kaku pada pembuluh darah, dan mengubah glikogen menjadi glukosa.

Kelenjar Pankreas

Kelenjar Pankreas adalah kelenjar yang terletak di rongga perut. Menghasilkan:

1.       Insulin, berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen, sehingga menurunkan kadar gula darah.

2.       Glukagon, berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa, sehingga meningkatkan kadar gula darah.

Kelenjar Gonad

Kelenjar gonad merupakan kelenjar yang sangat berperan dalam reproduksi.

Pada pria, kelenjar gonadnya adalah testis, yang berjumlah 2 buah. Menghasilkan testosteron dan sperma.

Pada wanita, kelenjar gonadnya adalah ovarium, juga berjumlah 2buah. Menghasilkan estrogen, progesteron, dan ovum.

Hubungan kerjasama antara sistem hormon dan sistem saraf

Hubungan kerjasama yang dilakukan oleh sistem hormon dan sistem saraf adalah di mana sistem saraf mengirimkan impuls yang diterima ke otak, kemudian otak akan memerintahkan hipotalamus untuk menentukan IF dan RF.  Setelah ditentukan, hipotalamus akan memerintahkan hipofisis anterior untuk mengeluarkan hormon yang memicu kerja kelenjar yang menghasilkan IF dan RF yang telah ditentukan. IF dan RF tersebut kemudian akan bereaksi untuk menormalkan kembali keadaan tubuh (jika rangsangannya buruk).

RF adalah Releasing Factor, yaitu hormon yang akan menghentikan impuls (hormon . Misalkan impulsnya berupa tekanan darah tinggi, maka salah satu yang menghentikan tekanan darah tinggi adalah hormon Kortikoid, yang menyerap natrium dari darah, sehingga tekanan darah akan berkurang.

IF adalah Inhabiting Factor, yaitu hormon yang memelihara impuls. Misalkan impulsnya sama, yaitu tekanan darah tinggi, maka salah satu yang akan memelihara tekanan darah tinggi adalah hormon Adrenalin, yang memicu denyut jantung sehingga tekanan darah menjadi semakin tinggi.

Skema koordinasi sistem saraf dan hormon:

Impuls→neuron sensorik→otak→hipotalamus→RF dan IF→Hipofisis anterior→Hormon Pengatur→Kelenjar Endokrin→Hormon RF dan IF→ kerja→tubuh menjadi normal kembali

Tips menentukan RF dan IF dan kerjanya

Untuk menentukan apa RF dan IF untuk suatu impuls tertentu, maka yang harus dilihat adalah:

1.       hasil yang diharapkan

2.       hormon-hormon yang berhubungan dengan impuls itu

3.       fungsi hormon-hormon tersebut

4.       apakah hormon yang berperan itu harus dihambat atau dihasilkan agar hasil yang diinginkan didapat.

Agar lebih dapat dimengerti, maka dapat dilhat melalui contoh. Misalkan impuls yang diterima adalah tekanan darah tinggi. Karena tekanan darah tinggi bukanlah impuls yang baik, artinya hasil yang kita inginkan adalah tekanan darah menurun. Kita kemudian harus mencari hormon apa saja yang berperan. Dalam kasus ini, hormon yang berhubungan adalah adrenalin, vasopresin, dan kortikoid. Kita lihat satu-satu fungsi dari hormon tersebut. Adrenalin, berfungsi untuk meningkatkan denyut jantung. Vasopresin, berfungsi mempersempit pembuluh darah. Kortikoid berfungsi menyerap natrium dari darah. Kemudian kita menentukan mana saja hormon yang termasuk IF dan RF. Adrenalin dan vasopresin, dalam kasus ini termasuk IF, karena kedua hormon itu memicu agar tekanan darah meningkat. Sementara itu, kortikoid termasuk RF, karena hormon itu menyerap natrium dari darah, sehingga darah tidak mengalami pengurangan air, dan darah menjadi lebih encer. Karena darah menjadi lebih encer, maka tekanan darah akan berkurang. Karena itu hormon ini termasuk RF. Setelah ditentukan mana yang merupakan IF dan RF, lihat hasil yang diinginkan. Karena hasil yang diinginkan adalah tekanan darah berkurang, maka yang memelihara, yaitu IF, harus dihambat/dihentikan produksinya, sementara yang mengurangi, yaitu RF, harus dilepas. Maka dari itu, kita jadi mengetahui bahwa dalam kasus ini, produksi adrenalin dan vasopresin harus dihentikan, dan produksi kortikoid harus dirangsang.

Setelah didapat, dapat dimasukkan ke dalam skema.

Impuls = tekanan darah tinggi→neuron sensorik→otak→hipotalamus→RF = kortikoid dan IF = adrenalin dan vasopresin→Hipofisis anterior→Hormon Pengatur→Kelenjar Endokrin = hipofisis anterior dan adrenal→ kerja = produksi adrenalin dan vasopresin dihentikan, produksi kortikoid dirangsang→tekanan darah menjadi normal kembali

Begitu….

NB: maaf ya, klo penjelasannya ribet… Mohon kritik dan saran dan pembetulan klo ada yang salah…

Sumber: Catatan Admin (Felix) yang didapat dari penjelasan Bu Evy, yang mendapatnya dari sumber yang si Admin ga tau.

http://drveggielabandresearch.blogspot.com

Kadaryanto, at al. 2007. BIOLOGI 3. Penerbit Yudhistira, Jakarta.

9 Comments leave one →
  1. satya permalink
    March 31, 2009 1:19 pm

    widiiih mantep nich lengkap untuk ngerjain tugas ….
    thank’s yow datanya !! hhe

  2. syariffauzi permalink
    May 13, 2009 3:26 pm

    mantap terimakasih infoonya…

  3. May 15, 2009 1:57 pm

    Wohhooo thanks!!
    Tapi itu cara kerja syaraf sadar ya??? Kalo gak sadar kayaknya langsung tulang belakang>gerak ya?

    • anubissummoner permalink*
      May 15, 2009 2:41 pm

      yang mana yah? yang skema koordinasi? itu sih biasanya menyangkut reaksi tubuh, misalnya penurunan gula darah, gitu-gitu…. kan ga sadar…

  4. Hasna permalink
    August 11, 2009 2:37 pm

    waaahhh..ini lengkap..!!!

  5. Rheini anggraini permalink
    November 22, 2009 6:45 am

    Wah…lumayan jg kak tuk tambah ilmu..
    Aq suka tulisny…yg klenjar tiroid jg..
    Rajin bgt…
    Gmn y biar jd rajin n ngk cpt bosen…
    Kykny tu jg prlu d bhs dr segi klinis he1000*

  6. lisa permalink
    May 11, 2014 6:29 am

    Ijin coment,, Vasodilatasi itu kalo gk salah pelebaran pembuluh darah bukan penyempitan kn? Makasih

    • anubissummoner permalink*
      May 3, 2015 8:27 pm

      iya ternyata pelebaran. maaf ya masih SMP pas nulis ini hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: